SINOPSIS
Tuti adalah putri sulung Raden Wiriatmadja. Dia dikenal sebagai seorang gadis yang pendiam teguh dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi wanita. Watak Tuti yang selalu serius dan cenderung pendiam sangat berbeda dengan adiknya Maria. Ia seorang gadis yang lincah dan periang.
Suatu hari, keduanya pergi ke pasar ikan. Ketika sedang asyik melihat-lihat akuarium, mereka bertemu dengan seorang pemuda. Pertemuan itu berlanjut dengan perkenalan. Pemuda itu bernama Yusuf, seorang Mahasiswa Sekolah Tinggi Kedokteran di Jakarta. Ayahnya adalah Demang Munaf, tinggal di Martapura, Sumatra Selatan.
Perkenalan yang tiba-tiba itu menjadi semakin akrab dengan diantarnya Tuti dan Maria pulang. Bagi yusuf, perteman itu ternyata berkesan cukup mendalam. Ia selalu teringat kepada kedua gadis itu, dan terutama Maria. Kepada gadis lincah inilah perhatian Yusuf lebih banyak tertumpah. Menurutnya wajah Maria yang cerah dan berseri-seri serta bibirnya yang selalu tersenyum itu, memancarkan semangat hidup yang dinamis.
Esok harinya, ketika Yusuf pergi ke sekolah, tanpa disangka-sangka ia bertemu lagi dengan Tuti dan Maria di depan Hotel Des Indes. Yusuf pun kemudian dengan senang hati menemani keduanya berjalan-jalan. Cukup hangat mereka bercakap-cakap mengenai berbagai hal.
Sejak itu, pertemuan antara Yusuf dan Maria berlangsung lebih kerap. Sementara itu Tuti dan ayahnya melihat hubungan kedua remaja itu tampak sudah bukan lagi hubungan persahabatan biasa.
Tuti sendiri terus disibuki oleh berbagai kegiatannya. Dalam kongres Putri Sedar yang berlangsung di Jakarta, ia sempat berpidato yang isinya membicarakan emansipasi wanita. Suatu petunjuk yang memperlihatkan cita-cita Tuti untuk memajukan kaumnya.
Pada masa liburan, Yusuf pulang ke rumah orang tuanya di Martapura. Sesungguhnya ia bermaksud menghabiskan masa liburannya bersama keindahan tanah leluhurnya, namun ternyata ia tak dapat menghilangkan rasa rindunya kepada Maria. Dalam keadaan demikian, datang pula kartu pos dari Maria yang justru membuatnya makin diserbu rindu. Berikutnya, surat Maria datang lagi. Kali ini mengabarkan perihal perjalannya bersama Rukamah, saudara sepupunya yang tinggal di Bandung. Setelah membaca surat itu, Yusuf memutuskan untuk kembali ke Jakarta, kemudian menyusul sang kekasih ke Bandung. Setelah mendapat restu ibunya, pemuda itu pun segera meninggalkan Martapura.
Kedatangan Yusuf tentu saja disambut hangat oleh Maria dan Tuti. Kedua sejoli itu pun melepas rindu masing-masing dengan berjalan-jalan di sekitar air terjun di Dago. Dalam kesempatan itulah, Yusuf menyatakan cintanya kepada Maria.
Sementara hari-hari Maria penuh dengan kehangatan bersama Yusuf, Tuti sendiri lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca buku. Sesungguhpun demikian pikiran Tuti tidak urung diganggu oleh keinginannya untuk merasakan kemesraan cinta. Ingat pula ia pada teman sejawatnya, Supomo. Lelaki itu pernah mengirimkan surat cintanya kepada Tuti.
Ketika Maria mendadak terkena demam malaria, Tuti menjaganya dengan sabar. Saat itulah tiba adik Supomo yang ternyata disuruh Supomo untuk meminta jawaban Tuti perihal keinginannya untuk menjalin cinta dengannya. Sesungguhpun gadis itu sebenarnya sedang merindukan cinta kasih seorang, Supomo dipandangnya sebagai bukan lelaki idamannya. Maka segera ia menulis surat penolakannya.
Sementara itu, keadaan Maria makin bertambah parah. Kemudian diputuskan untuk merawatnya di rumah sakit. Ternyata menurut keterangan dokter, Maria mengidap penyakit TBC. Dokter yang merawatnya menyarankan agar Maria dibawa ke rumah sakit TBC di Pacet, Sindanglaya Jawa Barat. Perawatan terhadap Maria sudah berjalan sebulan lebih lamanya. Namun keadaannya tidak juga mengalami perubahan. Lebih daripada itu, Maria mulai merasakan kondisi kesehatan yang makin lemah. Tampaknya ia sudah pasrah menerima kenyataan.
Pada suatu kesempatan, disaat Tuti dan Yusuf berlibur di rumah Ratna dan Saleh di Sindanglaya, disitulah mata Tuti mulai terbuka dalam memandang kehidupan di pedesaan. Kehidupan suami istri yang melewati hari-harinya dengan bercocok tanam itu, ternyata juga mampu membimbing masyarakat sekitarnya menjadi sadar akan pentingnya pendidikan. Keadaan tersebut benar-benar telah menggugah alam pikiran Tuti. Ia menyadari bahwa kehidupan mulia, mengabdi kepada masyarakat tidak hanya dapat dilakukan di kota atau dalam kegiatan-kegiatan organisasi, sebagaimana yang selama ini ia lakukan, tetapi juga di desa atau di masyarakat mana pun, pengabdian itu dapat dilakukan.
Sejalan dengan keadaan hubungan Yusuf dan Tuti yang belakangan ini tampak makin akrab, kondisi kesehatan Maria sendiri justru kian mengkhawatirkan. Dokter yang merawatnya pun rupanya sudah tak dapat berbuat lebih banyak lagi. Kemudian setelah Maria sempat berpesan kepada Tuti dan Yusuf agar keduanya tetap bersatu dan menjalin hubungan rumah tangga, Maria menghembuskan napasnya yang terakhir. “Alangkah bahagianya saya di akhirat nanti, kalau saya tahu, bahwa kakandaku berdua hidup rukun dan berkasih-kasihan seperti kelihatan kepada saya dalam beberapa hari ini. Inilah permintaan saya, saya tidak rela selama-lamanya kalau kakandaku masing-masing mencari peruntungan pada orang lain”. Demikianlah pesan terakhir almarhum Maria. Lalu sesuai dengan pesan tersebut Yusuf dan Tuti akhirnya tidak dapat berbuat lain, kecuali melangsungkan perkawinan karena cinta keduanya memang sudah tumbuh bersemi.
ANALISIS
Unsur Instrinsik :
Tema : Perjuangan wanita Indonesia
Latar / Setting :
Tempat :
• Gedung akuarium di pasar ikan
• Rumah Wiriaatmaja,
• Mertapura di Kalimantan Selatan,
• Rumah Sakit di Pacet,
• Rumah Partadiharja,
• Gedung Permufakatan
Alur : Maju
• Perkenalan : Saat di gedung akurium Yusuf bertemu dengan Maria dan Tuti. Pertemuan itu memberi kesan istimewa pada Yusuf. Hingga akhirnya, Yusuf selalu merasa ingin bertemu dengan Maria. Dari pertemuan-pertemuan selanjutnya dengan Maria danTuti, Yusuf mulai jatuh cinta kepada Maria. Ternyata perasaan Yusuf dibalas pula oleh Maria. Mereka berdua hingga akhirnya merajut suatu ikatan khusus yang semakin lama semakin mendalam. Pada akhirnya, Yusuf dan Maria bertunangan.
• Konflik : Maria dan Tuti bertengkar hebat. Pertengkaran itu disebabkan oleh kritikan pedas Tuti terhadap Maria. Tuti mengkritik bahwa cinta Maria kepada Yusuf sangat berlebihan dan dapat melemahkan diri Maria sendiri. Tetapi Maria yang hatinya saat itu sedang marah, Ia membalas kritikan Tuti dengan mengatakan bahwa dalam masalah cinta Tuti sangat perhitungan dan tak pernah mau rugi sedikit pun serta Tuti selalu memikirkan kongres ketimbang memikirkan perasaanya. Dan disinilah Tuti sadar bahwa sampai kapanpun Ia tak bisa melawan kodratnya sebagai perempuan yang memiliki perasaan untuk mencinta.
• Klimaks : Suatu ketika Maria terkena penyakit malaria. Penyakit tersebut membuat Maria begitu lemah ditambah lagi penyakit TBC. Hingga pada akhirnya, Maria meninggal dunia.
• Anti Klimaks : Sebelum Maria meninggal dunia, Ia menitipkan pesan terakhirnya kepada Tuti dan Yusuf, yaitu jika kelak Ia meninggal nanti, Ia berharap bahwa Tuti dan Yusuf dapat menikah.
• Penyelesaian : Akhirnya Tuti dan Yusuf menuruti permintaan terakhir Maria. Mereka berdua menikah. Dengan begitu, Tuti tak perlu tersiksa lagi dengan perasaan kesepian yangs elama ini ia coba untuk melawan.
Sudut Pandang : Orang ketiga yang ditandai dengan menggunakan nama dalam menyebutkan tokoh-tokohnya.
Tokoh dan Perwatakan :
• Maria : adalah adik Tuti, yang sangat periang.
• Tuti : seorang wanita yang memiliki wawasan dan pemikiran modern. Ia mencoba menyamakan hak kaum wanita dengan kaum pria.
• Yusuf : seorang pemuda terpelajar yang modern. Ia adalah mahasiswa kedokteran. Sifatnya baik hati dan berbudi luhur.
• Supono : Seorang pemuda terpelajar yang baik hati dan berbudi luhur.
• Wiriaatmaja : Ayah dari Maria dan Tuti, seorang yang memegang teguh agama, baik hati dan penyayang.
• Partadiharja : Adik Ipar Wiriaatmaja, seseorang yang baik hati, teguh pendirian dan peduli antar sesama.
• Saleh : Adik Partadiharja, seorang lulusan sarjana yang sangat peduli akan alam sehingga ia mengabdikan diri sebagai seorang petani.
• Rukamah : Sepupu Tuti dan Maria, seseorang yang baik hati dan suka bercanda.
• Ratna : Istri saleh, Seorang petani yang pandai dan baik hati.
• Juru Rawat : Seorang yang baik hati.
Gaya Penulisan : Didalam novel ini banyak ditemukan majas personifikasi dan banyak menggunakan bahasa Melayu sehingga terlihat agak rancu dan sulit dimengerti.
Amanat / Pesan : Perempuan harus memiliki pengetahuan yang luas sehingga dapat memberikan pengaruh yang sangat besar didalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan demikian perempuan dapat lebih dihargai kedudukannya di masyarakat.
Unsur Ekstrinsik :
Biografi pengarang :
Sutan Takdir Alisjahbana dilahirkan di Natal, 11 Februari 1908. Beliau merupakan tokoh terkemuka dalam sejarah kesusastraan dan pemikiran kebudayaan di Indonesia. Dia banyak menulis puisi, novel, esai-esai sastra, bahasa serta tulisan ilmiah mengenai filsafat, ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan.
Nilai Agama :
kita menjalankan perintah agama di mulai dari sekarang juga, tidak harus menunggu hari tua.
Nilai Sosial :
Novel ini menceritakan bahwa sesama manusia, apalagi sesama kaum pelajar harus saling membantu. Bantuan itu dapat berupa beasiswa bagi pelajar yang tidak mampu.
Bahasa Pengarang :
Bahasa pengarang adalah bahasa Melayu.Walaupun latar novel Layar Terkembang di Jakarta,bahasa yang digunakan ialah bahasa Melayu.
Unsur kebiasaan , adat , etika :
“...Tiba di muka pekuburan berhenti taxi itu dan keluarlah mereka.Yang perempuan membawa di tangan kanannya karangan bunga.....
Pada batu nisan pualam putih yang berukir tepinya, terlukis dengan air emas yang berkilat-kilat...Maria berpulang...Januari 193... usia 22 tahun.
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN
Keunggulan : Keunggulan dari novel ini adalah cerita yang disuguhkan kepada pembaca sangat menarik , kisah cinta Yusuf, Tuti dan Maria sangat menarik untuk diikuti.
Kelemahan : Bahasa yang digunakan dalam novel Layar Terkembang susah dimengerti karena banyak menggunakan bahasa-bahasa lama.
Syiva M. Fani. Instagram : @syivamf, twitter : @syivamf, line : syivamfn, ask.fm : @syivamf ~~
Tampilkan postingan dengan label Tugas Sekolah - SMP Negeri 1 Ajibarang ( ・∀・)ノ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Sekolah - SMP Negeri 1 Ajibarang ( ・∀・)ノ. Tampilkan semua postingan
Rabu, 06 Februari 2013
Minggu, 27 Januari 2013
[TUGAS SEKOLAH] ANGIN
Angin merupakan udara yang bergerak akibat adanya perbedaan tekanan udara maupun pergerakan bumi mengitari porosnya. Angin banyak dimanfaatkan oleh manusia untuk kesejahteraan hidupnya seperti untuk menarik perahu, sumber tenaga listrik, menyejukkan udara, pengering rambut, dan lain sebagainya.
Semakin tinggi kita berada maka semakin kencang pula angin yang menerpa kita. Malam hari, angin tidak sekencang di siang hari. Angin di daerah wilayah khatulistiwa atau garis ekuator seperti indonesia anginnya lebih kencang daripada di daerah kutub.
Semakin tinggi kita berada maka semakin kencang pula angin yang menerpa kita. Malam hari, angin tidak sekencang di siang hari. Angin di daerah wilayah khatulistiwa atau garis ekuator seperti indonesia anginnya lebih kencang daripada di daerah kutub.
Jenis-Jenis / Macam-Macam Angin Yang Ada Di Indonesia Disertai Pengertian / Arti Definisi :
1. Angin Laut (Angin Siang)Angin laut adalah angin yang bertiup dari arah laut ke arah darat yang umumnya terjadi pada siang hari dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00. Angin ini biasa dimanfaatkan para nelayan untuk pulang dari menangkap ikan di laut.
2. Angin Darat (Angin Malam)Angin darat adalah angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut yang umumnya terjadi pada saat malam hari dari jam 20.00 sampai dengan jam 06.00. Angin jenis ini bermanfaat bagi para nelayan untuk berangkat mencari ikan dengan perahu bertenaga angin sederhana demi sesuap nasi.
3. Angin Gunung (Angin Malam)Angin gunung adalah angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah gunung yang terjadi pada malam hari.
4. Angin Lembah (Angin Siang)Angin lembah adalah angin yang bertiup dari arah lembah ke arah puncak gunung yang biasa terjadi pada siang hari.
Kamis, 24 Januari 2013
[TUGAS SEKOLAH] Politik Luar Negeri
Halo semuanya, khususnya siswa-siswi SMP Negeri 1 Ajibarang :D
Gue ngepostin ini karena gue tau banyak yang kebagian tugas buat ngerjain ini dari Bu Sari, guru PKn, kan? Nah kebetulan nih, gue ada :D
Tapi ga lengkap-lengkapa ama sih yah. Mbok terlalu ngejiplak dan dimarahin temen-temen seperjuangan:p
1. Pengertian Politik Luar Negeri
Politik luar negeri dalam arti sempit adalah
strategi dan taktik yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan
negara-negara lain. Dalam arti luas,
politik luar negeri adalah pola perilaku yang digunakan oleh suatu Negara dalam
hubungannya dengan negara-negara lain.
Menurut buku
Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri Republik Indonesia
(1984-1988), politik luar negeri
diartikan sebagai “Suatu kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah
dalam rangka hubungannya dengan dunia internasional dalam usaha untuk mencapai
tujuan nasional”.
2. Faktor yang Mempengaruhi Politik
Luar Negeri
Pelaksanaan
politik luar negeri diawali oleh penetapan kebijaksanaan dan keputusan dengan
mempertimbangkan hal-hal yang didasarkan pada faktor-faktor nasional sebagai
faktor internal serta faktor-faktor internasional sebagai faktor eksternal.
a. Faktor Internal (Dalam Negeri)
-
Sering
terjadinya pergantian pemimpin pemerintahan.
-
Faktor
geografis letak dan kondisi geografis.
b. Faktor Eksternal (Luar Negeri)
-
Akibat
globalisasi
3.
Sejarah Perkembangan
Politik Luar Negeri
a. Awal Kemerdekaan
b. Masa Orde Baru
c. Masa Reformasi
4.
Prinsip Politik Luar
Negeri Indonesia
- Negara Indonesia melaksanakan politik damai.
- Negara Indonesia bersahabat dengan segala bangsa atas dasar saling
menghargai dengan tidak mencampuri urusan dalam negeri Negara lain.
- Negara Indonesia memperkuat sendi-sendi hukum internasional dan organisasi
internasional untuk menjamin perdamaian yang kekal.
5. Tujuan Politik
Luar Negeri
Tujuan politik luar negeri adalah sebagai
berikut :
- Mewujudkan kepentingan nasional
- Mengabdi kepada tujuan nasional negara itu sendiri
- Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara
- Memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar negeri untuk memperbesar
kemakmuran rakyat
6. Bentuk
Hubungan Internasional
Belom ketemu :p
7. Landasan
Pelaksanaan Politik Luar Negeri
Politik luar negeri Indonesia berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Pancasila sebagai landasan ideal dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional.
a. Pancasila sebagai Landasan Ideal
b. Landasan Konstitusional
Landasan konstitusional politik luar negeri Indonesia tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea pertama dan Alinea keempat, serta pada batang tubuh UUD 1945 Pasal 11 dan Pasal 13.
b. Landasan Konstitusional
Landasan konstitusional politik luar negeri Indonesia tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea pertama dan Alinea keempat, serta pada batang tubuh UUD 1945 Pasal 11 dan Pasal 13.
1) Alinea Pertama Pembukaan UUD 1945
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”
2) Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945
”… dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, …”
3) UUD 1945 Pasal 11
”Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain.”
4) UUD 1945 Pasal 13
Ayat 1: ”Presiden mengangkat duta dan konsul.”
Ayat 2: ”Dalam mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.”
Ayat 3: ”Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.”
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”
2) Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945
”… dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, …”
3) UUD 1945 Pasal 11
”Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain.”
4) UUD 1945 Pasal 13
Ayat 1: ”Presiden mengangkat duta dan konsul.”
Ayat 2: ”Dalam mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.”
Ayat 3: ”Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.”
c. Landasan Operasional
8. Sifat Politik
Luar Negeri
Dalam dokumen Rencana
Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri Republik Indonesia (1984-1989) yang
telah ditetapkan oleh Menteri Luar Negeri RI tanggal 19 Mei 1983, dijelaskan
bahwa sifat Politik Luar Negeri adalah:
(1) Bebas Aktif
(2) Anti kolonialisme dan imperialisme
(3) Mengabdi kepada Kepentingan Nasional
(4) Demokratis
9. Contoh
Perwujudan Politik Luar Negeri Indonesia
-
Penyelenggara
KAA tahun 1955 menghasilakan Dasa Sila Bandung
-
Prakarsa
berdirinya GNB tahun 1961
-
Merintis
berdirinnya ASEAN
Selasa, 08 Januari 2013
[TUGAS SEKOLAH] Pidato Upaya Hidup Bersih
Assalamu’alaikum wr.wb.
Alhamdulillahi rabbil’alamin, amma ba’du.
Alhamdulillahi rabbil’alamin, amma ba’du.
Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah
SMP Negeri 1 Ajibarang, Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati, para relawan lingkungan
alam yang saya hormati pula, serta teman-teman yang saya sayangi.
Alhamdulillahi rabbil’alamin.
Marilah kita senantiasa memanjatkan puja dan puji syukur dengan hati yang tulus
kepada Allah SWT. Janganlah kita lupa untuk selalu bersyukur kepada-Nya, karena
hanya dengan nikmat, rahmat, dan hidayahNya kita dapat bertemu kembali dalam
keadaan sehat wal’afiat di tempat ini. Dan tak lupa pula marilah kita kirimkan
shalawat dan salam kepada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW.
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, kami akan selalu berterima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah yang telah mengizinkan kami untuk menyelenggarakan kegiatan kebersihan ini. Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada para relawan yang membantu terselenggaranya urusan ini.
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, kami akan selalu berterima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah yang telah mengizinkan kami untuk menyelenggarakan kegiatan kebersihan ini. Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada para relawan yang membantu terselenggaranya urusan ini.
Teman-temanku, siswa SMP Negeri 1
Ajibarang yang berbahagia.
Berbicara tentang kebersihan pasti bukanlah hal yang asing bagi kita semua. Banyak orang yang membicarakan untuk selalu hidup bersih, bersih, dan bersih. Tapi sebelumnya, apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan bersih? Pengertian bersih menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bersih berarti bebas dari kotoran. Kotoran pada lingkungan alam dapat diartikan dengan sampah. Entah itu sampah organik maupun anorganik, sampah rumah tangga ataupun industry dan bagaimanapun bentuk, bau, warna dan rasanya, sampah akan mencemari lingkungan sekita jika tidak ditempatkan pada tempatnya.
Berbicara tentang kebersihan pasti bukanlah hal yang asing bagi kita semua. Banyak orang yang membicarakan untuk selalu hidup bersih, bersih, dan bersih. Tapi sebelumnya, apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan bersih? Pengertian bersih menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bersih berarti bebas dari kotoran. Kotoran pada lingkungan alam dapat diartikan dengan sampah. Entah itu sampah organik maupun anorganik, sampah rumah tangga ataupun industry dan bagaimanapun bentuk, bau, warna dan rasanya, sampah akan mencemari lingkungan sekita jika tidak ditempatkan pada tempatnya.
Teman-teman semua pasti sudah
mengetahui apa tempat terbaik untuk sampah. Ya, tempat sampah. Tempat sampah
adalah tempat terbaik untuk sampah. Jadi, kalian harus selalu meletakkan atau membuang
sampah pada tempatnya. Bagaimana kalau kalian tidak mau membuang sampah pada
tempatnya? Ya, bayangkan saja kalau ada orang seperti itu dan membuang sampah
pada tempat tidur kalian. Kalian pasti merasa kesal, marah dan tidak nyaman.
Jadi, seperti itulah perasaan lingkungan apabila kalian membuang sampah
sembarangan.
Membuang sampah sembarangan juga
sangat berdampak pada kesehatan tubuh. Tidak ada sampah menumpuk, pasti tidak
ada bakteri dan kuman. Maka, tubuh kita terjaga dan tidak terkena bakteri. Itu
artinya tubuh kita akan selalu sehat. Dan begitu pula sebaliknya. Siapa yang
ingin sehat, harus hidup bersih!
Bagaimana upaya untuk menjadi
bersih? Bersih dapat dilaksanakan melalui berbagai upaya yang semestinya
ditanamkan sejak usia dini agar anak terbiasa dengan pola hidup bersih. Seperti
yang telah saya bicarakan, upaya menjaga kebersihan dapat dilakukan dengan hal
terkecil dahulu, yaitu membuang sampah pada tempatnya.
Bayangkanlah, jika ada secuil sampah
pada lingkungan sekolah kita. Pasti lingkungan sekolah menjadi tidak enak
dipandang. Bangunan gedung yang megah dan indah akan tertutupi dengan
pemandangan sampah. Apakah kalian menginginkan hal itu? Tentu tidak kan? Maka,
selalu buanglah sampah pada tempatnya.
Hal lain yang menjadi cara untuk
hidup bersih yaitu menyediakan
sarana dan prasarana untuk membantu program kebersihan sekolah, mengadakan
pengawasan dan penegakan kedisiplinan, dan mengadakan gerakan cinta kebersihan
dan kesehatan lingkungan sekolah.
Oleh karena itu, marilah kita selalu
tanamkan semangat pada diri kita masing-masing untuk selalu hidup bersih dan
sehat. Dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada hadirin, saya mengimbau
untuk selalu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan alam kita. Semoga
dengan tuturan singkat saya dapat meningkatkan kesadaran kita tentang
pentingnya kebersihan.
Demikianlah yang dapat saya
sampaikan. Terima kasih atas perhatian dan kesediaan anda untuk mendengarkan
kata-kata saya. Dan mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila saya mempunyai
banyak kesalahan dan kekurangan yang kurang berkenan di hati para hadirin.
Wabillahi taufik wal hidayah.
Wassalamu’alaikum wr.wb
Langganan:
Postingan (Atom)