Kamis, 12 September 2013

Contoh Kalimat Simple Present Tense dan Past Tense (Part 2)



A. Simple Present Tenses
Tenses ini digunakan untuk menyatakan sesuatu yang bersifat tetap, kebiasaan atau kebenaran yang hakiki. Karena sering menyangkut kejadian diwaktu lamapu, sekarang dan akan datang, Tenses ini paling sedikit mempunyai keterangan waktu tertentu.

Kalimat-kalimat bahasa inggris umumnya harus mempunyai subject(s) dan predicate(p). karena itu semua Tenses akan dipormulasi seperti itu.
Rumus:
+) Subject + to be + verb I + Main verb
+) Subject + verbI +(s/es)
Contoh :
* he is handsome
(dia tampan)
* is he handsome?
(apakah dia tampan?)
* he is not handsome
(dia tidak tampan)
Simple Present Tense dipakai ketika:
• Kejadiannya bersifat umum, atau
• Terjadi sepanjang waktu, atau kebiasaan di masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang, atau
• Kejadiannya tidak hanya terjadi sekarang, atau
• Bersifat kebenaran umum, yang orang lain tidak dapat menyangkal lagi akan kebenarannya.

 :Contoh Kalimat  Simple Present Tense
o   I am here every Sunday
o   I go to school every day
o   we study english at school
o   she wtches Tv in the evening
o   Do you speak english

B. Present Continuous Tense
Tenses ini digunakan untuk menyatakan suatu tindakan yang benar-benar sedang dilakukan saat ini. Kalimat-kalimat dalam Tenses ini lebih sering dipakai dari pada present Tenses.
Rumus:
subject + to be (is, am, are) + kata kerja + ing

Tense ini dipakai untuk menjelaskan tentang:
• Kejadian yang sedang terjadi sekarang, atau
• Kejadian yang akan terjadi di masa yang akan dating
Contoh :
+) She is cooking in the kitchen.
(dia sedang memasak di dapur)
-) She is not cooking in the kitchen
(dia tidak sedang memasak di dapur)
?) is she cooking in the kitchen?
(Apakah dia sedang memasak di dapur?)

 :Contoh Kalimat Present continues tense
o   I am reading this book now
o   It's raining now
o   Jack is sleeping now
o   Dewi is working on that task
o   We were watching a movie on TV

C. Simple Past Tense
Rumus Kalimat Positif:
subject + Kata Kerja Bentuk ke – 2
Rumus Kalimat Negatif :
subject + did + not + Kata Kerja Bentuk ke – 1
Rumus Kalimat Tanya:
Did + subject + Kata Kerja Bentuk ke – 1
Pengecualian: Ketika Predikat suatu kalimat bukan kata kerja, maka pengganti kata kerja tersebut adalah was (I, she, he, it) dan were (we, you, they).
Kapan kita memakai Simple Past Tense?
Kita memakai Tense ini untuk membicarakan tentang satu perbuatan yang terjadi di masa lampau.
Perhatikan contoh kalimat berikut:
+) They were student last year
(mereka pelajar tahun lalu)
-) they were not student last year
(mereka bukan pelajar tahun lalu)
?) were they student last year?
(apakah mereka pelajar tahun lalu?)

  :Contoh Kalimat Simple Past Tense
o   I was lazy yesterday morning
o   I walked to school yesterday
o   The girl ate much ice cream this morning
o   I was busy yesterday
o   She was not here iast night

D. Past Continuous Tense
Rumus:
subject + was, were + Kata Kerja + ing
Kapan kita menggunakan Tense ini?
Tense ini menggambarkan suatu tindakan atau kejadian pada waktu tertentu di masa lampau.
Contoh:
+)We were joking.
-) We were not joking
?) Were we joking?

 :Contoh Kalimat Past Continues Tense
o   He was cleaning the house yesterday morning
o   I was reading an hour ago
o   John was swimming before luch yerterday
o   Peter was reading while Mary was writing
o   Jack was working while the others were sleeping

E. Present Perfect Tense
Rumus:
subject + have + past participle (Kata Kerja Bentuk ke-3)
Tense ini digunakan untuk:
• Pengalaman
• Perubahan
• Situasi Yang berkelanjutan
Atau untuk menunjukan suatu peristiwa yang selesai pada waktu yang singkat (baru selesai)
Perhatikan contoh-contoh kalimatnya berikut ini:
+) they have met me
(mereka sudah menemui saya)
?) have they met me?
(apakah mereka sudah menemui saya?
-) they have not met me
( mereka belum menemui saya)

 :Contoh Kalimat Present Perfect Tense
o   I have been there
o   He has been here
o   They have been at home
o   He has cleaned house
o   You have broken the glass

F. Present Perfect Continuous Tense
Rumus:
subject + have / has + been + K.Kerja + ing
Kita menggunakan Tense ini untuk menjelaskan:
• Satu kejadian/kegiatan yang baru saja berlangsung
• Satu perbuatan yang berlangsung hingga sekarang (pada saat bicara masih terjadi)
Perhatikan contoh kalimat berikut:
+) They have been playing football
(Mereka telah sedang bermain sepakbola)
-) They have not been playing football
(merka telah tidak sedang bermain sepakbola)
?) have they been playing football?
( Apakah merka telah sedang bermain sepakbola?)

 :Contoh Kalimat Present Perfect Continuous Tense
o   I have been sitting here since ten o’clock
o   He has been cleaning the house since morning
o   She has been reading for three hours
o   The children have been playing for a long time
o   We have been talking most of the time

G. Past Perfect Tense
Rumus:
had + subject + Kata Kerja Bentuk ke - 3
Kapan kita menggunakan Past Perfect Tense?
Tense ini mengekspresikan tindakan di masa lalu sebelum tindakan lain terjadi, namun kejadiannya di masa lampau.
Perhatikan:
+) I had listen the radio when you come here
(aku sudah mendengar radio sebelum kamu datang

 :Contoh Kalimat Past Perfect Tenseo   He had cleaned the house
o   The sun had risen before I awoke
o   The rain had stopped when I left
o   John said he had seen a ghost
o   Bob said he had met Mr Robin

H. Past Perfect Continuous Tense
Rumus:
subject + had + been + Kata Kerja + ing
Kapan Kita menggunakan Past Perfect Continuous Tense?
Tense ini sama pemakaiannya dengan Past Perfect Tense, namun mengekspresikan tindakan-tindakan yang lebih lama di masa lampau sebelum tindakan lain terjadi.
Perhatikan:
She had been helping me when they went to scool
(dia telah sedang membantu saya ketika mereka telah pergi ke sekolah)

 :Contoh Kalimat Past Perfect Continuous Tense
  • I had been working.
  • You had been playing tennis.
  • It had not been working well.
  • We had not been expecting her.
  • Had you been drinking?
  • Had they been waiting long?
KESIMPULAN
Rumus Umum Tense adalah sbb:
No Tenses Rumus
1 Present Simple Tense S + V1 + dll
2 Present Continuous Tense S + is, am, are + V-ing + dll
3 Present Perfect Tense S + have,has + V3 + dll
4 Present Perfect Continuous Tense S + have, has + been + V-ing + dll
5 Past Simple Tense S + V2 + dll
6 Past Continuous Tense S + was, were + V-ing + dll
7 Past Perfect Tense S + had + V3 + dll
8 Past Perfect Continuous Tense S + had + been + V-ing + dll

  1. The sun rises in the east
  2. The sun sets in the west
  3. All dogs have four legs
  4. Water consists of hydrogen and oxygen
  5. The average person breathes 21.600 times a day
  6. Each person has one mouth
  7. Animals don't speak English
  8. Love ends with e in spelling
  9. Hate also ends with e in spelling
  10. The world is round

  1. Kathy usually sits in the front row during class.
  2. Daniel always eats a sandwich for lunch
  3. A lazy man usually gets up at seven in the morning
  4. Dina teaches English every day
  5. Budi and Cintya always go fishing every week
  6. Hendi often asks me to play Football every sunday
  7. Javanese people speaks Bahasa Jawa more often than Bahasa Indonesia
  8. Sundanese people speaks Bahasa Sunda more often than Bahasa Indonesia
  9. Aliya always study Mathematics every night
  10. I usually go to school by bus


PRACTICE:
Ubah kalimat-kalimat ini menjadi kalimat negative (N) dan interrogative (I). Contoh: 1 N) negative. 1 I) interrogative.
  1. N) I repeat the new words every night. I) I repeat the new words every night.
  2. N) My brother explains the difficult math. I) My brother explains the difficult math.
  3. N) We understand what he means. I) We understand what he means.
  4. N) The dog chases the cat all around the house. I) The dog chases the cat all around the house.
  5. N) She carries the bag to school every day. I) She carries the bag to school every day.
  6. N) He teaches English at school. I) He teaches English at school.
ANSWER KEY:
  1. N) I do not repeat the new words every night. I) Do you repeat the new words every night?
  2. N) My brother does not explain the difficult math. I) Does your brother explain the difficult math?
  3. N) We do not understand what he means. I) Do you understand what he means?
  4. N) The dog does not chase the cat all around the house. I) Does the dog chase the cat all around the house?
  5. N) She does not carry the bag to school every day. I) Does she carry the bag to school every day?
  6. N) He does not teach English at school. I) Does he teach English at school?

Contoh Kalimat Simple Present Tense dan Past Tense (Part 1)

Hei, bagi anak-anak Inggris yang putek nyari-nyari contoh kalimat simple present tense yang banyak banget, dan lengkap banget, mulai dari positif, negatif, sampai interrogrative atau pertanyaan semuanya ada di sini! Lebih dari 100 deh, cungguh. Cekidot~



  • + I go to school everyday
  • -  I do not go to school everyday
  • ?  Do you go to school everyday ? Yes i do / No, i do not.
  • + They study english every monday
  • -  They do not study english every monday
  • ? Do they study english every day ? Yes, they do / No, they do not.
  • + They come late.
  • -  they do not come late.
  • ? Do they came late ? Yes, they do / No, they do not.
·         My father goes to post office
·         My father does not go to post office
·         Does your father go to post office?

Contoh kalimat simple past tense
Positif
I Went to school yesterday.
My mother bought a new car last month.
Roni got up early last Sunday.
The boy played games in this room 5 minutes ago.


Negatif
I did not go to school yesterday.
My mother did not buy a new car last month.
Roni did not get up early last Sunday.
The boy did not play games in this room 5 minutes ago.


Pertanyaan
Did you go to school yesterday? Yes, I did/No, I did not
Did your mother buy a new car last month? Yes, she did/No, She did not
Did Roni get up early last Sunday? Yes, he did/No, He did not
Did the boy play games in this room 5 minutes ago? Yes, he did/ No, he did not

Simple Prensent Tense

( + ) She drives a car everyday.
( -  ) She doesn’t drive a car everyday.
( ? ) Does she drive a car everyday?

( + ) Liza goes to her office every morning.
(  - ) Liza doesn’t go to her office every morning.
( ? ) Does Liza go to her office every morning?

( + ) We buy papers.
(  - ) We don’t buy papers.
( ? ) Do we buy papers?


Simple Past Tense

( + ) We walked to school yesterday.
(  - ) We didn’t walk to school yesterday.
( ? ) Did we walk to school yesterday?

( + ) Liza ate some cookies last night.
(  - ) Liza didn’t eat some cookies last night.
( ? ) Did Liza eat some cookies last night?

( + ) You worked yesterday.
(  - ) You didn’t work yesterday.
( ? ) Did you work yesterday?


Simple Future Tense

( + ) I shall be a teacher someday.
(  - ) I shall not be a teacher someday.
( ? ) Shall I be a teacher someday?


( + ) You will be at home tomorrow morning.
(  - ) You will not be at home tomorrow morning.
( ? ) Will you be at home tomorrow morning?

( + ) She will go to school tomorrow.
(  - ) She will not go to school tomorrow.
( ? ) Will she go to school tomorrow?


Simple Present Continuous

( + )  I am speaking English to you now.
(  - )  I am not speaking English to you now.
( ? )  Are you speaking English to me now?

( + )  They are living in Jakarta now.
( -  )  They aren’t living in Jakarta now.
( ? )  Are they living in Jakarta now?

( + )  He is reading a newspaper now.
( -  )  He isn’t reading a newspaper now.
( ? )  Is he reading a newspaper now?


Simple Present Perfect

( + )  Mary has been here.
(  - )  Mary has not been here.
( ? )  Has Mary been here?

( + )  They have been very busy for two weeks.
(  - )  They have not been very busy for two weeks.
( ? )  Have they been very busy for two weeks?

( + )  I have been here for two hours.
(  - )  I have not been here for two hours.
( ? )  Have you been here for two hours?

Senin, 02 September 2013

Seni Tari Daerah Indonesia

Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan budaya, terbukti dengan adanya beragam tari tradisional di setiap daerah di Indonesia. Banyak pula tarian Indonesia yang sukses go internasional karena sering tampil dalam acara kesenian internasional, misalnya tari Saman dari Aceh, tari Kecak dari Bali atau tari Giring-giring dari Kalimantan. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan tari tradisional?
Tari tradisional adalah gerakan anggota badan yang berirama, yang biasanya diiringi bunyi-bunyian, yang dilakukan secara turun temurun dan menjadi adat kebiasaan. Sejak zaman dahulu, nenek moyang kita sudah mencontohkan bagaimana menyampaikan pesan atau nasihat tidak hanya lewat kata-kata, tetapi juga bisa melalui nyanyian ataupun tarian. Kita dalam mempelajari tari tradisional seperti sedang menjelajah waktu ke masa lampau. Kita mencoba menyelami dan memahami jalan pikiran nenek moyang kita tentang bagaimana mereka memaknai kehidupan.
Dilihat dari fungsinya, tari tradisional bisa dibedakan menjadi beberapa bagian. Diantaranya : 

1.      Sebagai sarana upacara
Ciri-ciri gerakan tari tradisional sebagai sarana upacara adalah iringan musik dan gerakan tarian yang berulang-ulang atau monoton. Tarian dilakukan secara berkelompok dan biasanya bersifat magis, religius dan sakral. Contoh tarian sebagai sarana upacara adalah :
a.       Tari Bedhaya Ketawang dari Surakarta. Tarian ini amat sakral dan hanya digelar sekali dalam setahun. Tarian ini ditujukan untuk menghormati raja-raja penerus dinasti Mataram.
b.      Tari Saman dari Aceh. 
      Tarian ini berasal dari Suku Gayo, Aceh. Tari Saman dipentaskan ketika ada peristiwa penting dalam adat. Menurut beberapa sumber, tarian tradisional ini diciptakan dan dikembangkan oleh seorang ulama di Gayo, Aceh Tenggara bernama Syekh Saman. Tari Saman masuk dalam daftar Representatif Budaya Takbenda Buatan Manusia dari UNESCO pada tanggal 24 November 2011 di Bali. Jadi kita patut bangga karena salah satu kesenian Indonesia diakui oleh dunia sebagai milik Indonesia sendiri.
c.       Tari Pendet dari Bali. 
   Tarian ini diperagakan di Pura sebagai bentuk pemujaan saat upacara keagamaan dilakukan. Tarian ini memiliki makna sambutan atas turunnya para dewa ke alam dunia. Hingga saat ini Tari Pendet telah diubah fungsinya oleh para seniman di Bali sebagai tarian Selamat Datang.
2.      Sebagai Sarana Hiburan
Tarian sebagai sarana hiburan tidak dipertontonkan di depan umum, melainkan hanya untuk kepuasan pribadi sehingga tarian ini tidak mementingkan keindahan. Umumnya tarian ini dilakukan berpasangan (laki-laki & perempuan) atau berkelompok. Berbeda dengan tarian sebagai sarana upacara yang bersifat sakral & religius, tarian ini bersifat gembira ria dan sederhana. Contoh tarian ini diantaranya :
a.       Tari Serampang Dua Belas.
   Tarian ini berasal dari Kesultanan Serdang. Biasanya tarian ini dimainkan secara berpasangan antara laki-laki dan perempuan. Tarian ini bercerita tentang kisah cinta muda-mudi yang direstui oleh orang tua dari kedua belah pihak dan berujung pada pernikahan. Awalnya, tarian ini bernama Tari Pulau Sari yang diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an.
b.      Tari Tayub dari Jawa Tengah. Tarian ini diperagakan pada saat acara syukuran atau selamatan bagi pejabat pemerintah yang menerima jabatan baru atau mengemban tugas, misalnya pada saat acara wisuda atau keberangkatan seorang panglima ke medan perang.
c.       Tari Gandrung dari Banyuwangi.
    Gandrung dalam bahasa Jawa berarti tergila-gila atau cinta habis-habisan. Dalam tarian ini, seorang penari wanita profesional menari bersama para tamu (terutama pria) sambil diiringi musik atau gamelan. Tarian ini sangat terkenal di Banyuwangi. Bahkan kita bisa menemukan beberapa patung penari gandrung di berbagai sudut wilayah Banyuwangi. Itulah mengapa Banyuwangi dijuluki dengan sebutan Kota Gandrung.
d.      Tari Kethuk Tilu dari Jawa Barat. Istilah kethuk tilu berasal dari suara alat musik untuk mengiringi tarian tersebut yaitu bonang yang dipukul sebanyak 3 kali (dalam bahasa Sunda, 3 berarti tilu) sebagai acuan untuk alat musik pengiring lainnya. Tarian asli Jawa Barat ini merupakan sejenis tarian pergaulan atau hiburan. Biasanya tarian ini dipentaskan pada acara perkawinan atau acara-acara besar yang melibatkan orang banyak.
 3.      Sebagai Sarana Pertunjukkan
Tarian yang tergolong sebagai sarana pertunjukkan umumnya bersifat spontanitas dan inspiratif. Biasanya tarian ini dipertontonkan untuk memeriahkan suatu acara tertentu ataupun menyambut tamu. Gerakan-gerakan dalam tarian ini biasanya berupa atraksi-atraksi yang menarik perhatian penonton. Contoh tarian ini diantaranya :
a.       Tari Piring dari Sumatra Barat. 
     Tarian ini dinamakan Trai Piring atau juga “piriang” dalam bahasa Minangkabau karena para penarinya melenggak-lenggok sambil membawa piring dikedua telapak tangannya. Awalnya, tarian ini merupakan bentuk persembahan untuk para dewa pada musim panen. Setelah Islam masuk ke Minangkabau, tarian ini dipersembahkan pada saat acara-acara besar kerajaan.
b.      Tari Golek dari Yogyakarta.
   Awal mula tarian ini bermula saat Sultan Hamengkubuwono IX sedang menyaksikan seorang dalang memntaskan pertunjukan Wayang Golek Menak. Karena terkesan dengan pementasan tersebut, kemudian Sultan mempunyai inisiatif untuk menampilkan Wayang Golek Menak tersebut ke dalam tarian. Penampilan perdana Wayang Golek dalam bentuk tarian ini dipentaskan pada tahun 1943 saat memperingati hari ulang tahun sultan.
c.       Tari Gambyong dari Surakarta. Nama tarian ini diambil dari nama seorang penari taledhek yang terkenal pada zaman Sultan Pakubuwono IV Surakarta. Pada zaman itu, Gambyong sangat dipuja, terutama oleh kaum pria, karena kelihaiannya menari dan menyanyi. Hingga saat ini, tarian ini umumnya dipertunjukkan untuk acara menyambut tau atau pada saat resepsi pernikahan. Penarinya sendiri adalah para gadis yang berwajah cantik.
d.      Tari Ngremo dari Jawa Timur. 
  Mulanya, tarian ini dipentaskan sebagai pengantar dalam pertunjukkan ludruk yang mengisahkan tentang perjuangan seorang pangeran di medan laga. Setelah sekian lama berkembang, akhirnya tarian ini dipertunjukkan secara terpisah dengan pertunjukkan ludruk sendiri dan tarian ini lebih banyak dimainkan oleh perempuan dan menciptakan gaya tarian baru yang disebut Ngremo gaya perempuan atau disebut juga Remo Putri. Tarian ini dipentaskan saat acara resmi kerajaan ataupun saat menyambut tamu.
Dilihat dari semakin berkembangnya tarian tradisional di Indonesia, ini membuktikan bahwa seni tarian tradisional selalu berusaha untuk tetap eksis sehingga tarian tersebut tidak akan dapat dilupakan oleh bangsanya sendiri. Masyarakat Indonesia, khususnya remaja, harus ikut mendukung dan melestarikan tarian tradisional yang sudah ada sejak dulu agar kesenian tradisional yang diwariskan oleh nenek moyang kita tetap lestari dan tidak hilang tertutup oleh munculnya tarian-tarian modern.

Seni Tari (Part 2)

Berikut Perbedaan Tari Tradisional Klasik, Tari Tradisional Kerakyatan, Tari Modern, Tari Kontemporer.

Tari Tradisional Klasik
* Pola gerak sudah ditentukan.
* Memiliki nilai estetika yang tinggi.
* Gerak yang diciptakan melampaui kebutuhan minimal.
* Tumbuh dan berkembang di kalangan bangsawan.
Contoh: Topeng Kelana (Jawa Barat), Bedhaya dan Srimpi (Jawa Tengah), Sang Hyang (Bali), Pakarena dan Pajaga (Sulawesi Selatan).

Tari Tradisional Kerakyatan
* Pola gerak ditentukan oleh temanya.
* Bersifat sosial dengan nilai estetika biasa.
* Gerakan terbatas sesuai dengan peristiwa adat khas dari suku bangsa yang bersangkutan.
* Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
* Bersifat lokal, terbatas di wilayah adat suku bangsa tertentu. Contoh: Payung (Melayu), Lilin (Sumatera Barat), Jaipongan (Jawa Barat),Tayuban (Jawa Tengah).

Tari Modern
Ciri menurut bentuknya:
* Pola gerak lebih bebas tanpa mengurangi nilai keindahan
* Ciri gerak masih berakar pada gerak tradisional
* Masih dalam estetika tradisi suku bangsa tertentu

Ciri menurut prosesnya:
* Penggarapan kreatif
* Tuntutan kesenangan
* Kekompakan dan solidaritas
* Popularisasi mengambang
* Bernuansa rekreatif Contoh: Tari Merak (Jawa Barat)

Tari Kontemporer
* Pola gerak lebih bebas dari tari modern.
* Gerakan inovatif, tidak lagi berakar pada gerakan tradisi.
* Penataan tari cenderung diciptakan sesuai dengan situasi.

Berdasarkan pengelompokkan menurut karakteristiknya, teater antara lain terbagi menjadi:
1. Teater tradisional, bersifat sederhana dan kedaerahan.
2. Teater konvensional, bersifat sederhana namun lebih manusiawi dan universal.
3. Teater modern, terbagi dua.
• Kontemporer: lebih mengutamakan kesan (impresif) dan sensasi daripada kewajaran adegan.
• Film: bersifat universal, manusiawi, realistis, dan kompleks.

Teater modern dalam bentuk film memiliki kesempurnaan penyajian melebihi media seni teater yang lain sehingga mempunyai prospek yang baik. Media seni inilah yang akan kita pelajari secara mendalam.

Seni Tari (Part 1)

Seni tari adalah ungkapan jiwa yang mengandung unsur keindahan dalam bentuk gerakan yang teratur sesuai dengan irama yang mengiringinya. Tari adalah keindahan gerak anggota-anggota tubuh yang bergerak, berirama, dan berjiwa yang harmonis.
Ada tiga unsur utama dalam tari, yaitu wiraga (fisik), wirama (iringan musik), dan wirasa (penjiwaan atau ekspresi). Gerak tari dan gerak biasa memiliki perbedaan dalam hal kehalusan, dinamika (irama dan tempo), dan iringan.
  1. JENIS TARI
  1. Jenis Tari Tradisional
Tari tradisional adalah tari yang berkembang di daerah tertentu yang berpijak dan berpedoman luas pada adaptasi kebiasaan turun-temurun dan dianut oleh masyarakat pemilik tari tersebut. Tari tradisional dibagi menjadi dua macam, yaitu :
  1. Tari tradisional klasik
Ciri-ciri tari tradisional klasik adalah sebagai berikut.
  1. Pola-pola gerak sudah ditentukan.
  2. Memiliki nilai seni yang tinggi
  3. Gerak yang diciptakan melampaui kebutuhan mnimal yang dibutuhkan oleh konteksnya.
  4. Tumbuh dan berkembang dari kalangan bangsawan.
  5. Ukuran-ukuran keindahannya melampaui batas-batas daerah.
Contoh tari tradisional klasik adalah Tari Bedaya Ketawang dari Jawa Tengah.
  1. Tari tradisional folkasik (tari rakyat)
Ciri-ciri tari tradisiomal folkasik (tari rakyat) adalah sebagai berikut.
  1. Pola-pola gerak sangat ditentukan dengan konteksnya, sehingga tari rakyat biasanya memiliki tema tertentu.
  2. Bersifat sosial dan memiliki nilai seni yang sedang.
  3. Perbendaharaan geraknya terbatas sekadar cukup untuk memberikan aksen kepada peristiwa-peristiwa adat yang khas dari suku bangsa yang bersangkutan.
  4. Berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
  5. Terbatas pada wilayah adat tertentu.
Contoh tarian ini adalah Tari Tayub dari Jawa Tengah.
  1. Jenis Tari Kreasi
Tari kreasi adalah tari yang memiliki ciri gerak yang tidak lagi mengikuti pola-pola dan ramuan-ramuan yang menetap. Tari kreasi berasal dari tari tradisional yang sudah dkembangkan. Contohnya Tari Oleg Tambulilingan dari Bali dan dan Tari Kipas dari Sumatra. Tari kreasi dibagi menjadi dua macam, yaitu :
  1. Tari modern
Ciri-ciri tari modern adalah sebagai berikut.
  1. Pola-pola gerak yang lebih bebas tetapi masih memperhatikan keindahan.
  2. Gerak yang digunakan masih memberi penekanan pada gerak yang tumbuh dari gerak tari tradisional.
  3. Masih tetap berada dalam kerangka tradisi tari suatu suku bangsa.
Contoh tari modern adalah Tari Merak dari Jawa Barat.
  1. Tari kontemporer
Ciri-ciri tari kontemporer adalah sebagai berikut.
  1. Pola-pola geraknya lebih bebas dari tari modern.
  2. Gerak yang digunakan tidak lagi mendasarkan pada gerak tari tradisional.
  3. Tata tari diciptakan sesuai suasana saat itu.
Contoh tari kontemporer adalah tari ciptaan Boy G. Sakti, Tom, Ibnur, Sardono W. Kusuma.
Selain kedua jenis tari di atas, tari juga dapat dibedakan berdasarkan fungsi dan bentuk penyajiannya.
  1. Jenis tari berdasarkan fungsinya
  1. Tari upacara
Dalam kehidupan masyarakat di Nusantara, kegiatan upacara sudah dilaksanakan sejak dahulu. Biasanya dalam kegiatan upacara, tari dijadikan sebagai medianya. Upacara-upacara yang sering menggunakan tari sebagai media, yaitu :
  1. Upacara keagamaan, seperti Tari Sang Hyang, Gabor, Wayang Uwong, dan Gambuh (Bali), Ngalase (Jawa barat), Sanyang (Jawa Timur), dan Seblang (Banyuwangi).
  2. Upacara kebesaran keistanaan (Keraton), seperti Tari Bedoyo Semang (Yogyakarta), Srimpi ( Jawa Timur), dan Gending Sriwijaya (Palembang).
  3. Upacara penting dalam kehidupan manusia, seperti upacara panen dirayakan dengan Tari Pakarena (Sulawesi Selatan), upacara khitanan dirayakan dengan tari Sisingaan (Subang), upacara perkawinan dirayakan dengan Tari Lawung (Yogyakarta).
  1. Tari pergaulan atau hiburan
Beberapa jenis tari hiburan yaitu Tari Bumbung dari Bali, Tari Ronggeng dan Rantak Kudo dari Sumatra.
  1. Tari pertunjukan
Tari pertunjukan sengaja digarap untuk dipertontonkan dan memerlukan penggarapan yang mantap. Namun, tari pertunjukan ada juga yang semula berfungsi sebagai tari upacara atau hiburan, kemudian berubah menjadi tari pertunjukan. Berikut ini beberapa contoh tari pertunjukan : Tari Pendet dari Bali, Tari Tayuban dari Jawa Barat, dan Tari Ngremo dari Jawa tImur.
  1. Jenis tari berdasarkan bentuk penyajian
Berdasarkan bentuk penyajian, tari dibagi ,emjadi empat macam, yaitu tari tunggal, tari berpasangan, tari massal, dan drama tari.
  1. Tari tunggal
Tari tunggal adalah jenis tari yang dimainkan oleh seorang penari. Contoh tari tunggal yaitu Tari Gatotkaca, Tari Topeng Klana, dan Tari Panji.
  1. Tari berpasangan
Tari berpasangan adalah jenis tari yang dimainkan oleh dua penari yang satu dengan lainnya saling melengkapi. Dua penari itu bisa wanita semua atau laki-laki semua, bias satu wanita yang lainnya laki-laki. Jenis tari ini ada yang terdiri dari beberapa pasangan. Contoh tari yang dibawakan oleh sepasang penari, yaitu Tari Damarwulan, Tari Rara Mendut, dan Tari Perang Sugriwo-Subali.
  1. Tari massal
Tari massal adalah tarian yang dibawakan oleh lebih dari satu orang penari tanpa ada unsur saling melengkapi. Beberapa contoh tari massal, yaitu Tari Gambyong dari Surakarta, Tari Golek dari Yogyakarta, dan Tari Mafia dari Irian Jaya.
  1. Drama tari
Drama tari dibawakan oleh beberapa orang penari. Drama tari disajikan dalam bentuk cerita yang terbagi atas babak-babak atau adegan-adegan. Beberpa contoh drama tari yaitu Wayang Wong dari Jawa Tengah, Wayang Topeng dari Cirebon, dan Randai dan Makyong dari Sumatra.
  1. KOMPOSISI TARI
  1. Bentuk (pose)
Bentuk (pose) adalah posisi tubuh sebelum bergerak. Terbagi menjadi empat, yaitu terbuka, tertutup, asimetris, dan simetris.
  1. Gerak
Gerak adalah posisi tubuh menggerakkan bentuk.
  1. Pola lantai
Pola lantai adalah arah atau garis langkah yang dilalui oleh penari. Pola lantai terbagi menjadi dua, lurus dan lengkung.
  1. Arah hadap
Arah hadap adalah arah posisi tubuh penari.
  1. Tataran atau level
Tataran atau level adalah tingkatan posisi tubuh penari. Terbagi menjadi tiga, bawah, tengah, dan atas.
  1. Ekspresi atau penjiwaan
  1. PERANAN TARI
Sebagai suatu kegiatan, tari memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai berikut.
  1. Tari sebagai alat pemersatu bangsa
Sebagai contoh pagelaran festival tari nasional daerah, dan festival isen mulang.
  1. Tari sebagai media ekspresi
Tari dapat menciptakan rangkaian gerak yang dapat membuat penikmatnya peka terhadap sesuatu yang ada dan yang terjadi di sekitarnya.
  1. Tari sebagai sarana upacara
Jenis tari ini banyak macamnya seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
  1. Tari sebagai penyaluran terapi
Jenis tari ini biasanya ditujukan kepada penyandang cacat fisik atau cacat mental. Pada masyarakat timur, jenis tarian ini menjadi pantangan karena rasa tak sampai hati.
  1. Tari sebagai media komunikasi
Penampilan tari menyampaikan pesan yang ada dalam setiap gerakannya. Contohnya adalah Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan yang digunakan untuk mengucapkan selamat dating kepada para tamu.
  1. Tari sebagai media berpikir kreatif
Kecerdasan manusia meliputi tujuh aspek, yaitu logika, bahasa, visual, kinestik, musik, intrapersonal, dan interpersonal. Ketujuh aspek itu perlu mendapat perhatian yang seimbang dalam pendidikan sehingga siswa akan bisa lebih berpikir kreatif. Seni tari, ebagai salah satu pendidikan seni di sekolah, dapat mengembangkan kemampuan dalam aspek kinestik. Seni tari bisa menjadi alat untuk bias berpikir kreatif.
  1. Tari sebagai media mengembangkan bakat
Di sekolah diadakan pendidikan seni, yang salah satu aspeknya adalah seni tari. Pendidikan seni tari ini dapat dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan bakat.
  1. Tari sebagai hiburan
Tari sebagai hiburan harus bervariasi agar tidak menjemukan dan membosankan. Oleh karena itu, jenis ini menggunakan tema-tema yang sederhana, tidak muluk-muluk, diiringi lagu yang enak dan mengasyikkan. Kostum dan tata panggungnya dipersiapkan dengan cara yang menarik.
  1. Tari sebagai media pergaulan
Seni tari adalah kolektif, artinya penggarapan tari melibatkan beberapa orang. Oleh karena itu, kegiata tari dapat berfungsi sebagai sarana pergaulan. Kegiatan tari, seperti latihan tari yang rutin atau pementasan bersama, adalah sarana pergaulan yang baik.